Esok genap sudah 30 hari gue bertugas di negeri angin mamiri ini. Namun kerja belum usai, masih berlanjut beberapa hari kedepan sampai kantor menelpon tentang kepastian pulang itu.
Sebulan sudah gue kehilangan privacy dan kebebasan. Sebuah harga mahal yang harus ditebus dengan hal-hal yang gue dapat disini, yang terkadang tidak sebanding.
Minggu ketiga biasanya minggu terberat. Dimana suntuk dan lelah sudah sampai puncaknya. Perkataan teman yang sedikit tak enak sempat bikin gue kesal dan males berbicara dengannya sampai beberapa hari.
Minggu keempat atau minggu terakhir membangkitkan mood dan semangat gue lagi, membayangkan apa yang akan gue dapat, entah itu privacy, kebebasan atau liburan untuk menghadiahi diri sendiri setelah bekerja tanpa libur dengan makna sebenarnya.
***
Semakin mendekat ke akhir tahun, virus liburan sudah menyebar. Hari ini beberapa teman sudah mulai melakukan perjalanannya. Keke sedang transit di bandara menuju penerbangan ke Wakatobi, tapi sayang gak sempet mampir ke kota karena waktu mepet, Ratna sedang di bandara mo mudik natalan ke Surabaya, Henny dkk sedang on the way ke Makassar, Yeyen udah tiba kemarin dan sekarang lagi di kawinan Santi+Yandi, baru besok mo sekalian ketemuan ma Yeyen+Henny dkk, Hendry+Fide dan Bang CT+Dewi menyusul beberapa hari kemudian.. Yippieeee gue senang bakal mo ngumpul dengan teman-teman tercinta lagi.. Semoga aja gue masih bisa ngikut mereka ngumpul di Toraja.
-Jika hati gue bisa menjerit, pasti dia akan teriak.. LIBURAN..LIBURAN..LIBURAN.. arggh!-
