 | Category: | Books | | Genre: | Biographies & Memoirs | | Author: | Sabine Kuegler |
Jungle Child bercerita tentang kehidupan Sabine Kuegler kecil dan keluarganya (berwarga negara Jerman) yang pernah hidup bersama dengan suku Fayu di pedalaman Papua Barat yang masih primitif. Kehidupan itu sempat terputus ketika Keluarga Sabine kembali ke Jerman dan juga sempat tinggal di Amerika. Setahun kemudian keluarga tersebut kembali lagi. Setelah mengecap kehidupan modern sejenak membuat Sabine terjebak diantara dua budaya. Kematian teman masa kecil sekaligus kakak Fayu-nya membuatnya memutuskan untuk meninggalkan rimba selamanya. Melalui proses yang sulit dan menyakitkan, perlahan-lahan ia berhasil menyesuaikan diri kembali dengan budaya barat. Namun, ia tetap mengakui bahwa sebagian dari dirinya akan terus menjadi si anak rimba.
***
Gue suka banget dengan ceritanya yang lucu juga bikin haru dan juga sarat akan pesan moralnya. Tertawa ngakak membaca tingkah polah Sabine kecil yang berjiwa petualang dan penuh dengan imajinasi. Kompak dengan sang adik (Christian/Babu) bermain busur dan panah sungguhan dan jahil mengerjai sang kakak (Judith), mempunya jiwa petualang dan penuh dengan imajinasi serta suka mengkoleksi binatang-binatang aneh. Pokoknya cerita Lima Sekawan lewat deh!!. Ikut terharu ketika suku Fayu merasa kehilangan dan bernyanyi sedih ketika keluarga ini kembali ke asalnya. Jika dirundung duka suku Fayu biasa bernyanyi untuk menghilangkan kesedihan. Ketika sang ayah Kuegler rindu akan istrinya yang lagi pergi ke ibukota, sang ayah pun bersenandung lirih yang akhirnya didengar oleh penduduk sekitar, dan akhirnya mereka ikut bernyanyi bersama menghibur sang ayah.. Keluarga Kuegler adalah keluarga yang kompak. Mereka pun turut menyerap budaya adat suku Fayu, dan dari kehidupan keluarga Kuegler ini pun suku Fayu banyak belajar. Keluarga Kuegler belajar tentang survival di alam rimba dan cara menghormati adat budaya suku pedalaman. Suku Fayu sebelumnya tidak mengenal arti memaafkan. Anak-anak dan masyarakat suku Fayu dirundung lingkaran kematian dan dendam sehingga membuat mereka nyaris tak pernah tersenyum dan tertawa karena dicekam dengan ketakutan. Dari keluarga inilah anak-anak suku Fayu akhirnya belajar untuk tersenyum dan tertawa serta belajar tentang perdamaian... Salut deh buat keluarga Kuegler.
Must read book :)
*yang rindu juga dengan alam Papua*
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jl. Walikota Mustajab Surabaya |
Setiap malam jalanan Walikota Mustajab pun tak pernah sepi dari para penjual pinggir jalan. Nah salah tempat yang ramai di kunjungi adalah Penjual sate klopo Odomohen. Berbeda dengan sate yang lainnya, sate ini dilumuri dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui dengan bumbu kuning kunyit. Jika kalian doyan dengan makanan yang unik-unik, gak menyesal deh nyobain sate klopo ini. Sate klopo ini versi daging sapi, tetapi juga ada jeroannya, selain itu juga ada pilihan sate bumbu rujak. Harga sate Rp. 10.000/porsi.   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jl. Majapahit, Surabaya |
Terletak di seberang jalan McD Jl. Darmo Raya. Warungnya kecil dan sederhana. Makanan spesialisasi adalah Sop Igo (Iga), Sop Igo Goreng (My favourite)dan Sop Kikil. Tapi (katanya) Rawonnya juga terkenal enak, pas kemarin gue mau nyoba dah keburu habis padahal masih jam 1 siang. Selain itu juga ada Krengsengan dan Pecel. Untuk Sop Igo goreng sendiri rasanya enak, rasanya pas dan porsi cukup (ukuran gue yah!). Namun begitu dihidangkan harus segera dimakan, kalau tidak sop keburu dingin. Untuk pelayanan sendiri cukup cepat, secara menu yang ditawarkan tidak banyak. Harga Sop Igo Goreng + Nasi = Rp. 15.000,-/porsi   | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Alasan utama yang bikin gue kepengen nonton film Heart dan Denias, Senandung di atas awan, adalah lokasi film itu dibuat. Kebetulan gue pernah mengunjungi beberapa tempat dimana lokasi film itu dibuat. Jadi buat gue seperti nostalgia ajah :P. Dan disamping itu gue pengen tau dari sisi mana siy seorang pembuat film itu mengambil angle film di lokasi tersebut. Untuk film Heart, gue suka dengan pengambilan2 gambarnya yang indah sedangkan dari segi cerita yah standar2 aja (eh rada2 gue banget gitu hehehe), kalo dari acting pemainnya lumayanlah, soundtracknya bagus2 :). Sehabis nonton film ini perasaan jadi melow gitu deeh.. Sedangkan Denias, Ceritanya bagus sedih dan kocak, sesuai dengan realita (namanya jg based on true story yee), cuma dari segi pengambilan gambarnya kayanya kurang smooth ajah, acting pemain ya lumayanlah.. eh iya yang jadi Denias mengingatkan kita akan Michael Jackson sewaktu kecil. Sehabis nonton film ini bisa menimbulkan semangat dan gairah2 baru, dan juga perasaan2 lain tentang realita kehidupan disana. Kedua film ini worthed ditonton laaah.. Cintai produk dalam negeri! ;)

| |