Jangankan dibilang kembar, dibilang kami ini adik kakak pun banyak orang tidak lekas percaya. Ya bagaimana tidak, yang satu cetakan nyokap (yang ini gue) dan yang satu lagi jiplakan bokap. Hanya sayang kulit putih nyokap tidak menurun ke gue melainkan ke sang adek, sedangkan rambut lebat dan kulit bokap menurun ke gue.
Entah kenapa, nyokap mendandani kami bak anak kembar. Dari baju tidur, baju bermain hingga baju pesta, yang membedakannya hanyalah warna. Begitu juga dengan pernak-pernik, dari ujung kaki dan ujung rambut semua sama. Tapi waktu itu gue gak protes, soal selera baju gue serahin aja sama nyokap, gue tidak terlalu peduli. Gue lebih memilih sendiri soal bacaan dan permainan yang gue sukai.
Oiya, kalo dilihat berdasarkan tinggi tubuh, orang salah tebak mana yang adik dan mana yang kakak. Karena pertumbuhan gue yang melambat atau pertumbuhan adek gue yang melesat jadilah ketinggian gue disusul ma sang adek. Padahal gue lebih getol berenang daripada adek gue, dan ternyata itu tidak berpengaruh.
Lihat, ketika antara gue dan kolam renang tidak bisa dipisahkan, tiada hari tanpa berenang deh, perbedaan kulit antara gue dan adek gue terlihat begitu nyata...

but, it's ok.. waktu gue
ngerasa sexy, item eksotis, iya gak??

Yah walaupun kami berbeda, satu yang pasti.. kami ini tetap kembaran jiwa..